Kejamnya Pilkada DKI, Sandiaga Uno cuma ban serep?

RAYAPOS/IST
Pendaftaran bagi calon peserta pilkada DKI tinggal menunggu hitungan hari. Beberapa calon bahkan sudah mulai 'kampanye' sejak awal, walaupun pilkada baru akan dilaksanakan pada 2017 mendatang.

Ada yang menarik jelang pilkada ini. Walaupun Gerindra memutuskan nama Sandiaga Uno sebagai calon gubernur yang akan diusung pada Pilkada DKI 2017 melalui Rakornas pada 29 Juli 2016.

Namun nyatanya hingga kini partai berlambang burung garuda itu belum juga mengeluarkan surat keputusan untuk meresmikan pencalonan Sandiaga.

Menurut Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DPD Gerindra DKI Syarif, pencalonan Sandiaga memang tidak lagi jadi prioritas partainya. Mereka masih mencari pasangan lain yang dirasa pantas untuk menantang Ahok.

Syarif mengungkapkan Gerindra kini menempatkan cagub PDIP sebagai opsi pertama untuk mengalahkan petahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Dengan kata lain, Sandiaga ditempatkan sebagai calon cadangan alias ban serep. Bahkan, lanjut Syarif, Gerindra rela menunggu PDIP hingga batas akhir pendaftaran cagub dari parpol pada 23 September.

Dengan catatan, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak mengusung Ahok.

Bahkan, Gerindra menyatakan tak keberatan menjadikan "jagoannya", Sandiaga Uno, sebagai bakal calon wakil gubernur jika PDI-P mengusung Risma sebagai bakal cagub.

Sayangnya harapan Gerindra ini pupus karena PDI Perjuangan sudah menetapkan pilihan mereka pada Ahok-Djarot.

Praktis tinggal Gerindra, Demokrat, PPP, PKB, PAN, dan PKS yang belum mempunyai calon ataupun koalisi definitif untuk Pilkada DKI 2017.

Selain dari PDI-P, pasangan ini juga didukung oleh Partai Golkar, Hanura, dan Nasdem yang sudah terlebih dahulu menyatakan dukungannya kepada Ahok.

Dengan dukungan empat partai, pasangan ini mengantongi 52 kursi DPRD DKI. Adapun syarat untuk mendaftar ke KPU hanya 22 kursi.

Bukan tanpa alasan partai politik banteng moncong putih mengusung Ahok-Djarot.
"PDIP berkomitmen menyatu dengan seluruh kekuatan rakyat menjadi partai pengusung utama memenangkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (20/9). 
Hasto menjelaskan, Ahok hingga saat ini merupakan petahana yang bertugas meneruskan tugas pasangan Joko Widodo-Ahok yang diusung PDI Perjuangan pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu.

Ia menambahkan lagi, Ahok-Djarot mampu  meneruskan visi misi Jakarta Baru yang diusung Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu.

Menurut Hasto, ini dibuktikan dengan  berbagai persepsi positif sebagaimana hasil survei yang konsisten  menunjukkan kepuasan publik DKI Jakarta terhadap kinerja mereka.

Bagaimana nasib Sandiaga Uno?
Belum ada kepastian bagaimana dengan nasib Sandiaga Uno yang sebelumnya digadang-gadang untuk menumbangkan gubernur petahana.

Bahkan sejak jauh hari Uno sendiri sudah melakukan berbagai sosialisasi dengan blusukan ke berbagai tempat yang diperkirakan menjadi kantong-kantong suara dalam pilkada nanti.

Sudah ada partai yang dipastikan tidak mendukung Uno.

Wakil Ketua DPD DKI Jakarta Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Azis memastikan partainya tak akan mendukung Sandiaga Uno sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.
"Enggak (dukung Sandiaga). Dipastkan tarik dukungan," kata Azis saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Menurut dia, penarikan dukungan terhadap Sandiaga sekaligus menandakan bahwa PKB tak berkoalisi dengan Partai Gerindra.

Azis menambahkan, PKB akan mengupayakan terbentuknya koalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Adapun Demokrat memiliki 10 kursi di DPRD DKI, PPP memiliki 10 kursi, dan PKB memiliki 6 kursi.




Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: